JAKARTA WAHDAHEDUMAG.COM — Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H menjadi pengalaman istimewa bagi Salman Al Farisi, salah seorang santri dari SQ Wahdah Cibinong, Bogor. Ia dipercaya menjadi imam Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan pada Sabtu (21/3/2026) di Lapangan Puspenerbad TNI/AD, Jl. Gunung Sahari 7A No.1, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Salman, tetapi juga bagi keluarga dan para pembimbingnya di pondok. Salman diketahui merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, putra dari pasangan Achmad Fajri, S.Sos.I dan Widia Riskawati.
Menurut sang ayah, pencapaian ini tidak lepas dari peran besar para ustadz yang telah membimbing putranya dengan penuh kesungguhan. “Ini semua tidak terlepas dari didikan para ustadz yang telah membimbing putra saya,” ujar Fajri saat dihubungi redaksi media.
Saat ini, Salman telah menyelesaikan setoran hafalan 24 juz Al-Qur’an, sebuah capaian yang menunjukkan keseriusannya dalam menempuh pendidikan tahfidz. Salah satu pembimbingnya, Ustadz Andi Ilham, LC menyebut bahwa Salman dikenal sebagai sosok yang pendiam, namun memiliki kualitas bacaan yang baik serta mental yang terus dilatih untuk tampil di tengah masyarakat.
“Ananda ini terlihat pendiam di pondok, tetapi aktif menjadi imam di masjid pondok. Mereka memang dilatih secara mental untuk siap tampil. Nanti di masyarakat, mereka langsung turun,” jelasnya.
Program pembinaan di SQ Wahdah Cibinong sendiri tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga pembentukan keberanian dan kesiapan santri untuk menjadi imam di tengah masyarakat. Juga latihan kultum untuk tampil di atas mimbar. Hal ini terbukti pada bulan Ramadhan lalu, di mana sejumlah santri dipercaya menjadi imam tarawih di berbagai tempat.
Beberapa di antaranya bahkan mendapat amanah menjadi imam tarawih di kediaman Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta. Selain itu, ada pula santri yang menjadi imam di masjid-masjid sekitar tempat tinggal mereka.
Hasil pembinaan tersebut pun terlihat nyata. Para santri menunjukkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang fasih serta kepercayaan diri yang baik saat memimpin jamaah.
Kepercayaan yang diberikan kepada Salman menjadi imam Shalat Idul Fitri ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam hafalan, bacaan, maupun kesiapan mental dalam berdakwah di tengah masyarakat.







