LAMPUNG WAHDAHEDU.COM — Hendra Putra sebagai kepala sekolah yang baru di lantik Februari 2025, ia datang dengan sebuah keyakinan sederhana namun kuat: SMA bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih luas.
Dengan waktu sekitar 15 bulan sebelum kelulusan angkatan berikutnya, ia bersama tim sekolah mulai menata strategi untuk mewujudkan keyakinan tersebut.

Sejak murid berada di kelas X, pihak sekolah melakukan pemetaan potensi secara sistematis. Setiap siswa dianalisis berdasarkan kemampuan akademik, minat, dan peluang yang paling sesuai untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mereka yang memiliki peluang besar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dipersiapkan secara khusus. Sementara murid yang lebih berpotensi melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhan.
Bagi yang memiliki keunggulan di bidang keagamaan l, hafidz Qur’an sekolah juga mengarahkan mereka ke berbagai jalur masuk perguruan tinggi keagamaan yang relevan.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan satu prinsip: tidak ada murid yang dibiarkan berjalan tanpa arah dan tidak ada yang tertinggal tanpa pendampingan.
Memasuki semester akhir kelas XII, suasana sekolah pun berubah. Kegiatan pembelajaran reguler mulai dikurangi dan digantikan dengan program persiapan masuk perguruan tinggi yang lebih intensif. Murid mengikuti latihan UTBK secara berkala, menjalani lima kali simulasi ujian, serta mendapatkan evaluasi mendalam terhadap kelemahan dan kekuatan masing-masing.
Pendampingan dilakukan secara personal sehingga setiap murid memperoleh strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Sekolah seolah bertransformasi menjadi pusat persiapan menuju perguruan tinggi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dari angkatan yang lulus tahun ini, sebanyak 153 siswa diterima melalui jalur SPAN-PTKIN, 70 siswa melalui SNBP, 54 siswa melalui SNBT, dan 7 siswa melalui jalur prestasi khusus.
Meskipun menempuh jalur yang berbeda-beda, seluruh siswa memiliki tujuan yang sama: melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Hasilnya, seluruh lulusan berhasil memperoleh tempat di PTN dan perguruan tinggi negeri keagamaan sesuai pilihan dan potensinya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa keberhasilan murid tidak lahir dari kerja instan, melainkan dari perencanaan yang matang, pendampingan yang berkelanjutan, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki jalan suksesnya masing-masing.
Dalam kurun waktu 15 bulan, keyakinan yang dibawa kepala sekolah baru itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjelma menjadi prestasi nyata yang mengantarkan ratusan murid melangkah ke gerbang perguruan tinggi negeri. Itulah SMAN 14 Bandar Lampung.
Sumber : Instagram: mental juara







