BOGOR UMMATTV.COM — Program literasi Qurani “One Day One Page” yang diterapkan di Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah Cibinong, Bogor, menarik perhatian kalangan akademisi. Program yang telah berjalan hampir satu tahun itu baru-baru ini menjadi objek penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Bogor.
Penelitian tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Samsuddin, yang sehari-hari aktif sebagai penanggung jawab Ponpes Tahfidz Wahdah Cibinong sekaligus dosen tetap di STAI Al Hidayah Bogor.
Menurut Dr. Samsuddin, program tersebut dinilai unik karena tidak hanya menanamkan kebiasaan membaca, tetapi juga menggabungkan aktivitas memahami, menulis, hingga menyampaikan kembali isi bacaan secara lisan.
“Kami melihat program ini berbeda dengan program literasi pada umumnya. Kalau di sekolah lain biasanya siswa hanya membaca buku beberapa menit sebelum pelajaran dimulai, di sini literasi Qurani dipadukan dengan proses refleksi dan penyampaian kembali hasil bacaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam program “One Day One Page”, siswa tidak sekadar membaca Al-Qur’an atau bahan bacaan tertentu, tetapi juga diminta menuliskan poin-poin penting dari hasil bacaan mereka. Setelah itu, siswa menyampaikan hasil pemahamannya secara lisan di hadapan teman-teman dalam halaqah atau forum pembinaan pekanan.
Menurutnya, pola tersebut secara tidak langsung melatih kemampuan public speaking sekaligus membangun rasa percaya diri para siswa.
“Setiap pekan ada evaluasi dan monitoring. Siswa menyampaikan hasil bacaannya, kemudian dilakukan pengecekan tulisan, capaian bacaan, hingga perkembangan pemahaman mereka. Jadi bukan hanya membaca, tetapi juga melatih keberanian berbicara dan menyampaikan gagasan,” jelasnya.
Tim peneliti menemukan bahwa program tersebut telah berjalan secara terstruktur, mulai dari perencanaan hingga evaluasi harian dan pekanan. Selain membangun budaya membaca, program itu juga menanamkan pembiasaan disiplin serta kemampuan menulis.
Dr. Samsuddin menilai integrasi antara budaya membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan menjadi salah satu kekuatan utama program tersebut.
“Kesimpulan penelitian kami menunjukkan bahwa program ini cukup signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa, terutama karena dilakukan secara konsisten setiap hari. Pembiasaan itu yang akhirnya membentuk budaya literasi di lingkungan pesantren,” katanya.
Sebagai pesantren berbasis tahfidz Al-Qur’an, Ponpes Tahfidz Wahdah Cibinong selama ini dikenal aktif mengembangkan metode pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter, pembiasaan ibadah, dan penguatan literasi Qurani bagi para santri.







