PPTQ Al-Wahdah Kupang Wisuda 7 Santri, Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Haflah Akhirussanah ke-4 ini menjadi bentuk syukur atas capaian para santri sekaligus momentum memperkuat sinergi antara pesantren, orang tua, dan masyarakat

KUPANG WAHDAHEDU.COM  – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Wahdah Kota Kupang kembali menggelar Wisuda dan Haflah Akhirussanah ke-4 pada Ahad, 14 Juni 2026, di halaman PPTQ Al-Wahdah Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, serta para wali santri.

Pada tahun ini, PPTQ Al-Wahdah Kota Kupang menamatkan tujuh santri dengan capaian hafalan yang beragam. Muhammad Ibrahim menjadi santri dengan hafalan tertinggi, yaitu enam juz. Disusul Khairul Azzam dan Syarhil Usman Pering dengan hafalan lima juz, Hamzah Abdusaalam empat juz, serta Taufik dan Kafa masing-masing tiga juz.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris MUI Provinsi NTT H. Husen Anwar, Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad MS yang juga anggota Pembina Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) Cabang Kota Kupang,

Ketua MUI Kecamatan Alak Ali Nurawi, Ketua Yayasan Ulil Amri Ustaz Anwar Hadi Tory, S.Sy., Ketua Muslimat NU NTT, Ketua Fatayat NU NTT, para pengurus majelis taklim, serta dai NTT Ustaz Saifullah Zain, Lc.

Dalam sambutannya, Ketua YPWI Cabang Kota Kupang yang diwakili Abdul Syahrul, S.Sy., M.H. menyampaikan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah harus menjadi dasar pendidikan generasi muda. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi umat saat ini hanya dapat diselesaikan dengan membangun generasi yang memiliki akhlak dan pemahaman agama yang baik. Sementara itu,

Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad MS mengapresiasi peran PPTQ Al-Wahdah dalam mencetak generasi Qur’ani dan secara resmi membuka kegiatan Haflah Akhirussanah.

Salah satu hal menarik dalam acara ini adalah perpaduan antara penampilan murid RA dan SD Al-Qur’an Wahdah Islamiyah dengan tausiyah pendidikan yang disampaikan Ustaz Saifullah Zain, Lc., alumnus Universitas Islam Madinah.

Dalam materinya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan kerja sama antara orang tua dan guru. “Orang tua tidak cukup hanya menitipkan anak di pondok, tetapi juga harus ikut mengawasi dan memberi teladan di rumah,” ujarnya.

Haflah Akhirussanah ke-4 ini menjadi bentuk syukur atas capaian para santri sekaligus momentum memperkuat sinergi antara pesantren, orang tua, dan masyarakat dalam melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Dokumentasi lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *