MAKASSAR WAHDAHEDUMAGZ.COM Webinar Sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) kerja sama Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang dengan Wahdah Islamiyah digelar secara daring melalui aplikasi Zoom, Jumat, (10/12026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Yayasan Pendidikan (LPYP) DPP Wahdah Islamiyah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dai dan tenaga pendidik Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia.
Ketua Bidang Pendidikan DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Iskandar Kato, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program RPL merupakan peluang strategis bagi kader Wahdah Islamiyah untuk meningkatkan kualifikasi akademik.
Ia mengungkapkan bahwa kerja sama serupa pernah dilakukan dua tahun lalu dengan Universitas Muhammadiyah Parepare, namun belum berjalan optimal karena lemahnya kesiapan administrasi dan portofolio peserta.
Menurutnya, sebagian besar dai dan tenaga pendidik belum terbiasa menyimpan dokumen portofolio secara rapi, seperti sertifikat, piagam penghargaan, dan dokumen pendukung lainnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran Ketua DPD Wahdah Islamiyah sebagai penghubung komunikasi untuk terus mengingatkan para dai agar menyiapkan dan menyimpan seluruh portofolio sejak dini.
Ustadz Iskandar juga menjelaskan bahwa masa studi dalam program RPL sangat bergantung pada kelengkapan portofolio dan kesesuaian latar belakang pendidikan peserta. Ada peserta yang dapat menyelesaikan studi dalam satu semester, namun ada pula yang membutuhkan hingga enam semester. Kondisi ini menuntut kesiapan serius dari para peserta agar program RPL dapat berjalan efektif dan efisien.
Selain itu, ia menyampaikan pesan Ketua Umum Wahdah Islamiyah terkait pentingnya linearitas pendidikan dalam pengembangan SDM. Dalam pandangan kompetitif, ketidaksinambungan antara jenjang S1 dan S2 dapat menjadi kendala, meskipun dalam regulasi Kementerian Agama, linearitas S2 dengan program studi yang dikembangkan masih menjadi faktor utama.
Hal ini menjadi peluang jika ke depan Wahdah Islamiyah mendirikan institusi pendidikan tinggi, seperti Sekolah Tinggi Agama Islam dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Menutup sambutannya, Ustadz Iskandar mengingatkan para Ketua Yayasan dan pengurus DPD agar serius menyiapkan SDM yang benar-benar linier dan berdaya saing. Ia juga membuka peluang pengembangan pendidikan vokasi, termasuk politeknik, sebagai alternatif jalur pendidikan bagi generasi muda Wahdah Islamiyah yang tidak melanjutkan ke STIBA.







