Oleh: Anwar Aras
Berdirinya Taman Tahfidz Anak KB Al Wahdah Sleman
Perjalanan Taman Tahfidz Anak Kelompok Bermain (KB) Al Wahdah Sleman, Yogyakarta, adalah kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan keyakinan bahwa pendidikan Al-Qur’an dapat ditanamkan sejak usia paling dasar.
Satuan pendidikan ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta dan saat ini dipimpin oleh Harni Irawati, sosok yang menyaksikan langsung jatuh bangun proses pendiriannya sejak awal.
Dari Kontrak Pindah-Pindah Hingga Menetap
KB Al Wahdah berdiri bukan dari kondisi yang serba siap. Pada awalnya, sekitar 2011, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem kontrak dan berpindah-pindah tempat. Terlebih lagi, dalam satu tahun bisa terjadi dua kali perpindahan lokasi. Barulah pada 2014, KB Al Wahdah menetap di kawasan Jalan Kaliurang.
Kondisi awal bangunan kala itu jauh dari kata ideal untuk sebuah lembaga pendidikan. Bangunan tersebut merupakan bekas rumah makan yang tidak dirancang untuk kegiatan belajar anak usia dini.
Dengan segala keterbatasan, ruang-ruang yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin. Satu ruangan disekat menggunakan loker dan peralatan sederhana lainnya. Istilah “babat alas” terasa sangat relevan menggambarkan fase ini: memulai segalanya dari nol, dengan apa yang ada.
Tantangan Izin dan Dukungan Lingkungan
Secara sosial, keberadaan KB Al Wahdah pada awalnya juga menghadapi tantangan. Penampilan dan kekhasan lembaga yang berbeda dengan lingkungan sekitar menimbulkan kendala dalam proses perizinan. Namun berkat pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala , dukungan dari masyarakat setempat, khususnya dukuh, serta mujahadah dan pendampingan dari para ustazd di antaranya Ustaz Muhammad Amin, proses perizinan lingkungan akhirnya dapat dilalui dengan baik.
Saat 2016, KB Al Wahdah resmi mengantongi izin operasional dari dinas terkait dan mulai bergabung dengan organisasi Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia).
Meski sempat mengatasi kendala kecil karena kekhasan lembaga yang belum familiar pada saat itu, proses adaptasi berjalan seiring waktu.
Kekhasan Tahfidz di Usia Pondasi
KB Al Wahdah memiliki ciri utama yang membedakannya dengan KB lain, yakni fokus pada tahfidz Al-Qur’an sejak dini. Peserta didik berusia 2–4 tahun, dibagi dalam dua kelompok: usia 2–3 tahun dan 3–4 tahun. Pada rentang usia ini, pihak sekolah menyadari bahwa target utama bukanlah pencapaian hafalan verbal yang tinggi, melainkan menumbuhkan rasa senang, akrab, dan cinta anak terhadap Al-Qur’an.
Sasaran pembelajaran meliputi Al-Qur’an, doa-doa pilihan, hadits sederhana, dan ayat-ayat pendek. Namun pendekatannya dilakukan dengan penuh kesadaran akan tahap perkembangan anak. Interaksi yang menyenangkan menjadi kunci, karena usia KB adalah usia emas, bukan usia tuntutan kemampuan akademik yang kaku.
Pendidik yang Dibina dan Disolidkan
Pada awal berdirinya, KB Al Wahdah hanya memiliki dua orang pendidik, dengan bimbingan langsung dari kepala sekolah saat itu ustadzah Afri yang kini telah berpindah domisili ke Bogor. Ikut suami yang bertugas di Kantor Wahdah Jakarta.
Seiring perkembangan, saat ini terdapat dua ruang belajar (Rombel) dengan total empat guru dan satu kepala sekolah. Setiap kelas didampingi oleh dua pendidik, mengingat jumlah murid yang cukup banyak, yakni hingga 23-25 anak di satu kelas.
Proses rekrutmen guru dilakukan secara terbuka. Tidak semua pendidik datang dengan latar pelatihan yang sama, namun yayasan menyediakan sistem pelatihan berkelanjutan, termasuk tarbiyah dan pendampingan ruhiyah.
Inilah yang membuat kekompakan tim tetap terjaga. Apalagi sejak 2014 hingga 2025, pergantian guru terbilang sangat minim kurang dari tiga kali, sebuah pencapaian yang menunjukkan kuatnya ikatan dan dukungan sistem internal.
Prestasi, Akreditasi, dan Kepercayaan Orang Tua
Dalam perjalanannya, KB Al Wahdah juga mencatat prestasi. Pada 2022, lembaga ini berhasil meraih Juara 3 Lomba Inovatif tingkat Kabupaten Sleman.
Dari sisi kelembagaan, KB Al Wahdah telah menjalani proses akreditasi dan saat ini berada pada tahap akreditasi pertama, dengan masa berlaku sertifikat hingga 2026.
Kepercayaan masyarakat pun terus meningkat. Kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan moral, spiritual, dan tahfidz sejak dini semakin tinggi. Di wilayah Ngaglik sendiri, lembaga tahfidz untuk anak usia dini masih sangat terbatas, sehingga KB Al Wahdah menjadi salah satu pilihan utama.
Ditambah lagi dengan adanya program full day, yang memberikan alternatif layanan sesuai kebutuhan orang tua. Orangtua berangkat kerja, anak dititpkan di KB, selanjutnya pulang kerja, kembali anak di jemput.
Teladan, Kreatif, Mandiri
Di balik segala pencapaian tersebut, Harni Irawati menegaskan bahwa kunci utama keberlangsungan KB Al Wahdah terletak pada tiga nilai: teladan, kreatif, dan mandiri . Teladan dalam sikap dan akhlak pendidik, kreativitas dalam mendidik anak usia dini, serta kemandirian dalam membangun lembaga secara bertahap namun konsisten.
Melalui dukungan yayasan, orang tua, dan doa banyak pihak, KB Al Wahdah Sleman terus berupaya menumbuhkan generasi kecil yang mencintai Al-Qur’an sejak usia paling awal sebuah investasi peradaban yang dimulai dari ruang-ruang sederhana.
Alamat KB Al Wahdah : Jalan Jetis Baran RT 03 RW 38 Sardonoharjp Ngaglik Sleman Jogjakarta
(Artikel diatas diperoleh saat wahdahedumagz.com berkunjung ke Yogyakarta. Wawancara Khusus Kepala Kelompok Bermain (KB) Harni Irawati sekaligus pengurus muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Sleman, semoga menjadi inspirasi dalam pendirian dan pengelolaan lembaga KB dimanapun berada)
Dokumentasi beberapa aktifitas KB Al Wahdah














