Kurangi Gawai, Perbanyak Gerak: Abdul Mu’ti Arahkan Sekolah Jadi Pusat Aktivitas Fisik

Melalui penguatan aktivitas fisik di sekolah, kita ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga tangguh secara fisik dan sosial,” tutup Menteri Mu’ti.

JAKARTA WAHDAHEDUMAGZ.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya mengembalikan peran sekolah sebagai ruang tumbuh kembang anak yang sehat, aktif, dan berkarakter. Di tengah meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai, sekolah didorong untuk memperkuat kegiatan fisik sebagai bagian utama dari proses pendidikan.

Fenomena adiksi penggunaan gawai yang berdampak pada menurunnya aktivitas fisik dan kualitas interaksi sosial peserta didik menjadi perhatian serius pemerintah. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga perkembangan karakter dan kemampuan sosial anak.

Sebagai respons, Kemendikdasmen mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) melalui penguatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) serta penerapan prinsip Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break (3S).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, , menegaskan bahwa pembatasan akses digital bukan sekadar pembatasan, tetapi bagian dari upaya mengembalikan keseimbangan kehidupan anak.

“Kebijakan ini bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, tetapi untuk memastikan mereka tetap aktif secara fisik, sehat secara mental, dan kuat dalam interaksi sosial. Sekolah harus menjadi ruang yang hidup, bukan hanya layar yang menyala,” ujarnya.

Kemendikdasmen secara khusus mendorong sekolah untuk menghadirkan lebih banyak alternatif kegiatan fisik yang terstruktur dan menyenangkan, mulai dari olahraga rutin, permainan tradisional, aktivitas luar ruang, hingga program pembiasaan gerak aktif di lingkungan sekolah.

Langkah ini diyakini akan memperkuat implementasi 7 KAIH, sekaligus menjadi strategi konkret dalam mengurangi ketergantungan anak pada gawai. Aktivitas fisik yang optimal tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga membentuk disiplin, kerja sama, dan ketahanan diri peserta didik.

Di sisi lain, Kemendikdasmen memastikan bahwa literasi digital tetap berjalan secara seimbang. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tetap dilakukan dengan pendampingan guru, sehingga anak mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.

“Teknologi adalah alat, tetapi karakter adalah fondasi. Melalui penguatan aktivitas fisik di sekolah, kita ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga tangguh secara fisik dan sosial,” tutup Menteri Mu’ti.

 

Sumber : Kemendikdasmen.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *