Oleh Nursalam Siradjuddin (Ketua LPYP DPP WI)
Ada beberapa prinsip utama yang harus menjadi pegangan dalam mengelola yayasan pendidikan agar dapat tumbuh, berkembang, dan dipercaya masyarakat.
1. Tetap Setia pada Tujuan Pendirian Yayasan
Pesan pertama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga komitmen terhadap tujuan awal pendirian yayasan.
Jangan lupa bahwa tujuan didirikannya yayasan ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,
Setiap langkah, program, dan kebijakan harus selaras dengan visi dan misi Wahdah Islamiyah. Jangan sampai dalam perjalanan waktu, orientasi bergeser dari cita-cita awal yang telah dicanangkan.
2. Membangun Komunikasi yang Intensif dan Berkelanjutan
Nursalam juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara pengurus pusat dan cabang. Ia menilai, salah satu kendala yang sering terjadi dalam organisasi adalah komunikasi yang terputus setelah lembaga berjalan.
Seringkali komunikasi baru terjalin ketika muncul masalah. Pola seperti ini harus dihindari. Baik ada maupun tidak ada persoalan, komunikasi tetap harus dibangun secara rutin untuk memastikan keselarasan arah dan keberhasilan program.
Dengan komunikasi yang intensif, pusat dapat memberikan pendampingan, arahan, dan solusi sejak dini jika terdapat kendala di lapangan.
3. Membangun Tim yang Solid dan Kompeten
Keberhasilan yayasan tidak terlepas dari kekuatan tim. Karena itu, ia mendorong agar pengurus, baik di pusat maupun cabang, membangun soliditas dan kerja sama yang kuat.
Tim yang solid akan melahirkan kompetensi, meningkatkan akuntabilitas, dan memperkuat tata kelola lembaga. Tantangan dan kesulitan yang dihadapi bersama justru akan membentuk kematangan organisasi serta memperkuat kapasitas masing-masing pengurus.
4. Menjaga Transparansi dan Akuntabilitas
Sebagai lembaga nirlaba, yayasan pendidikan sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang mutlak dijaga.
“Kalau masyarakat sudah tidak percaya, maka akan sulit bagi yayasan untuk berkembang,” ujarnya.
Pengelolaan keuangan, program, serta kebijakan harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Kepercayaan publik adalah aset utama yang tidak boleh hilang.
5. Melakukan Inovasi dan Adaptasi
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, yayasan dan sekolah tidak boleh stagnan. Nursalam menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan beradaptasi, terutama bagi yayasan yang baru berdiri.
Kebutuhan masyarakat, orang tua, dan peserta didik terus berkembang. Jika tidak berinovasi dan tidak cepat beradaptasi terhadap perubahan, maka lembaga pendidikan akan tertinggal.
Inovasi bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan kebutuhan agar sekolah tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.
6. Memberikan Pelayanan Terbaik
Yayasan pendidikan bergerak di bidang jasa. Karena itu, pelayanan yang baik menjadi ruh dari keberlangsungan lembaga.
Pelayanan yang maksimal kepada siswa, orang tua, dan seluruh stakeholder akan menjadi promosi terbaik. Ketika masyarakat merasakan layanan yang berkualitas dan penuh perhatian, maka reputasi sekolah akan tumbuh dengan sendirinya.
Pelayanan yang baik itu adalah marketing yang paling efektif,
7. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Pesan terakhir adalah pentingnya melakukan evaluasi secara rutin, khususnya pada akhir tahun atau setelah kegiatan besar.
Program yang baik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Sementara yang kurang optimal harus segera diperbaiki. Evaluasi menjadi sarana pembelajaran agar kualitas yayasan dan sekolah terus meningkat dari waktu ke waktu.
Optimisme untuk Perkembangan Yayasan di Sumatera
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut komitmen pada visi, komunikasi yang kuat, tim yang solid, transparansi, inovasi, pelayanan prima, serta evaluasi berkelanjutan.
Kepercayaan dari pengurus, pengelola sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Insya Allah jika ini dijaga dengan baik, yayasan-yayasan tersebut akan tumbuh dan memberi kontribusi besar bagi pendidikan di wilayah Sumatera
Pesan diatas disampaikan terkhsus ketiga Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi. Tapi hal ini bisa berlaku untuk sejumlah Yayasan Pendidikan yang ada di Propinsi lain.
Amanah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga pendidikan sebagai bagian dari kontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di tiga provinsi tersebut.







