BOGOR WAHDAH EDUMAGZ.COM — Ustadz Salas Aly Temur, ahli eskatologi Islam, menegaskan bahwa pendidikan keluarga harus berlandaskan pendekatan Al-Qur’an secara paripurna, tidak setengah-setengah, khususnya dalam menyikapi berbagai isu keagamaan, termasuk pemberitaan tentang hari dihentikan.
Hal ini disampaikan saat beliau mengisi kajian Isra’ Mi’raj di Masjid Al I’tisham Budi Agung, Bogor, Ahad (18/1/2026).
Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus digali, dipelajari, dipahami maknanya, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang utuh ini menjadi fondasi penting bagi keluarga dalam membentuk generasi yang kuat secara iman dan akhlak.
Ustadz Salas juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengenali dan membina anak-anak yang memiliki potensi menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Anak-anak tersebut perlu diarahkan agar mampu mempengaruhi teman sebayanya menuju kebaikan, sehingga perubahan positif dapat tumbuh dari dalam komunitas mereka sendiri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan masyarakat sejati dimulai dari individu dan keluarga. Pernikahan dan pembinaan rumah tangga yang sehat menjadi “batu bata” utama dalam membangun peradaban yang kuat. Dengan pendidikan keluarga yang kokoh, umat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan iman, ilmu, dan sikap keteguhan.







