Oleh : Iskandar Kato (Ketua DPP Wahdah Islamiyah Bidang Pendidikan).
Akreditasi Sekolah: Amanah Mutu, Martabat Lembaga, dan Investasi Peradaban
Mengelola 480 satuan pendidikan Wahdah Islamiyah yang tersebar di seluruh Indonesia adalah amanah besar yang tidak hanya menuntut keikhlasan, tetapi juga profesionalisme tinggi. Di tengah tantangan mutu pendidikan nasional dan kompetisi lembaga pendidikan yang semakin ketat, akreditasi sekolah tidak boleh dipahami sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai instrumen strategis penjagaan mutu, kredibilitas, dan keberlanjutan dakwah pendidikan.
Sebagai lembaga yang lahir dari semangat dakwah dan tarbiyah, Wahdah Islamiyah memikul tanggung jawab ganda: menjaga kemurnian nilai Islam sekaligus memastikan mutu layanan pendidikan yang unggul, terukur, dan diakui secara nasional. Akreditasi adalah titik temu antara nilai keislaman dan standar profesional pendidikan modern.
Akreditasi: Bukan Beban, tetapi Cermin Amanah
Akreditasi sejatinya adalah cermin kejujuran institusi dalam menilai dirinya sendiri. Ia memotret sejauh mana visi sekolah diterjemahkan ke dalam tata kelola, proses pembelajaran, kualitas pendidik, layanan peserta didik, hingga budaya mutu yang hidup di sekolah. Sekolah yang mempersiapkan akreditasi dengan baik berarti sekolah tersebut serius menjaga amanah umat dan orang tua.
Lebih dari itu, akreditasi merupakan bentuk muhasabah kelembagaan. Ia menuntut keteraturan administrasi, konsistensi kebijakan, dan kesinambungan program. Semua ini sejalan dengan prinsip Islam yang menekankan itqan (profesionalitas) dan amanah dalam setiap urusan.
Akreditasi dan Martabat Lembaga Pendidikan Wahdah
Status akreditasi tidak hanya berdampak pada internal sekolah, tetapi juga pada citra kolektif lembaga pendidikan Wahdah Islamiyah secara nasional. Satu sekolah yang lemah dalam akreditasi dapat memengaruhi persepsi publik terhadap jaringan sekolah Wahdah secara keseluruhan. Sebaliknya, sekolah-sekolah yang terakreditasi baik akan memperkuat trust (kepercayaan) publik, meningkatkan minat orang tua, serta membuka peluang kerja sama strategis dengan berbagai pihak.
Dalam konteks kebijakan nasional, hasil akreditasi menjadi rujukan utama pemerintah, baik dalam pembinaan, pendanaan, maupun pengakuan mutu. Oleh karena itu, keseriusan menghadapi akreditasi adalah bentuk ikhtiar menjaga marwah lembaga dakwah pendidikan.
Dari Administrasi ke Budaya Mutu
Kesalahan umum yang masih terjadi adalah memandang akreditasi sebagai kegiatan musiman—sibuk saat jadwal tiba, lalu kembali abai setelahnya. Padahal, sekolah unggul adalah sekolah yang menjadikan standar akreditasi sebagai budaya harian, bukan proyek sesaat.
Dokumen, perangkat pembelajaran, evaluasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan seharusnya disiapkan sebagai bagian dari sistem yang berjalan normal. Dengan demikian, ketika akreditasi datang, sekolah tidak panik, tetapi siap secara alami karena mutu telah menjadi kebiasaan.
Akreditasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Sekolah yang terakreditasi baik akan menuai manfaat jangka panjang: kepercayaan masyarakat meningkat, stabilitas jumlah peserta didik terjaga, motivasi guru menguat, dan tata kelola lembaga semakin profesional. Semua ini berkontribusi langsung pada keberlanjutan dakwah melalui jalur pendidikan.
Lebih jauh, akreditasi adalah investasi peradaban. Dari sekolah-sekolah yang bermutu inilah akan lahir generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap memimpin umat di masa depan.
Ajakan Kepemimpinan
Sebagai penyelenggara dan pengelola satuan pendidikan Wahdah Islamiyah, mari kita naikkan cara pandang kita terhadap akreditasi. Ia bukan sekadar tuntutan regulator seperti Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, tetapi bagian dari ibadah kelembagaan dan tanggung jawab sejarah.
Ketika mutu dijaga, akreditasi akan mengikuti. Dan ketika akreditasi baik, dakwah pendidikan Wahdah Islamiyah akan semakin kuat, dipercaya, dan memberi dampak luas bagi umat dan bangsa.
Demikian motivasi sekaligus ajakan kepada semua asatizah dan ustazat penyelenggara satuan pendidikan Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia. Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum.







