Oleh : Dr Samsul Basri, S.E., M.E.I
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ فَاِ نِ اتَّبَعْتَنِيْ فَلَا تَسْئَـلْنِيْ عَنْ شَيْءٍ حَتّٰۤى اُحْدِثَ لَـكَ مِنْهُ ذِكْرًا
“Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.””
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 70)
Dalam sebuah kajian tafsir Qur’an⊗ dijelaskan makna penting yang terkandung dalam Surah Al-Kahfi ayat 70, khususnya tentang adab seorang murid dalam menuntut ilmu serta pentingnya kepercayaan kepada guru dalam proses pendidikan.
Ayat ini berkaitan dengan kisah pertemuan Nabi Musa dengan seorang hamba saleh yang oleh para ulama dikenal sebagai Nabi Khidir. Ketika Nabi Musa meminta izin untuk belajar darinya, Nabi Khidir memberikan syarat agar Musa bersabar dan tidak bertanya tentang sesuatu sebelum dijelaskan.
Dari kisah ini, para ulama menegaskan bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab, kesabaran, dan kepercayaan kepada proses pembelajaran.
Dicontohkan kondisi yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat saat ini, khususnya dalam dunia pendidikan. Ia mengingatkan para orang tua agar memiliki kepercayaan kepada lembaga pendidikan dan para guru ketika telah memutuskan menyekolahkan anaknya di suatu tempat.
Ketika orang tua memasukkan anak ke sebuah sekolah, itu berarti ada sikap husnuzan atau prasangka baik bahwa sekolah tersebut memiliki sistem pendidikan yang baik dan para gurunya dapat dipercaya. Oleh karena itu, perlakuan guru terhadap murid pada dasarnya adalah bagian dari amanah yang diberikan oleh orang tua.
“Guru adalah wakil orang tua di sekolah. Dalam kaidah fikih, wakil memiliki kedudukan yang sama dengan yang mewakilkan dalam menjalankan amanahnya,
Karena itu,diingatkan agar orang tua tidak mudah berprasangka buruk terhadap guru hanya karena mendengar satu cerita dari anak. Sebaliknya, perlu ada komunikasi yang baik dan tabayyun atau klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa proses belajar harus mengikuti metodologi dan aturan yang telah ditetapkan oleh guru. Seorang murid tidak boleh terburu-buru memotong penjelasan guru atau mempertanyakan sesuatu sebelum waktunya.
Dalam proses pembelajaran, ada beberapa adab penting yang perlu diperhatikan oleh murid. Pertama, mendahulukan sikap mendengar dan menyimak sebelum memberikan komentar atau tanggapan. Kedua, mengetahui waktu yang tepat untuk bertanya. Tidak semua pertanyaan harus diajukan saat itu juga, karena ada saat-saat tertentu yang lebih tepat untuk berdiskusi.
Dicontohkan bagaimana Rasulullah ﷺ memberikan teladan dalam hal ini. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Nabi sering kali bersikap diam dalam beberapa keadaan, di antaranya ketika berdzikir kepada Allah, ketika merenung atau berpikir, dan ketika mendengarkan orang lain berbicara. Rasulullah tidak memotong pembicaraan seseorang hingga orang tersebut selesai menyampaikan maksudnya.
Hal ini menunjukkan bahwa mendengar dengan baik merupakan bagian penting dari adab dalam komunikasi dan pembelajaran.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam dunia pendidikan terdapat unsur-unsur yang disebut kurikulum. Di dalamnya terdapat beberapa komponen utama, yaitu tujuan pembelajaran, materi yang diajarkan, metode penyampaian, serta cara evaluasi terhadap hasil belajar.
Para guru telah memiliki perencanaan pembelajaran yang mencakup semua unsur tersebut. Oleh karena itu, murid perlu mempercayai tahapan proses yang disusun oleh guru.
Percayalah pada proses. Guru memiliki strategi pembelajaran yang telah dirancang agar murid dapat memahami ilmu secara bertahap.
Dalam menuntut ilmu, disiplin juga menjadi hal yang sangat penting. Ilmu tidak hanya berkaitan dengan materi pelajaran, tetapi juga cara menerima, menghargai, dan mengelola ilmu tersebut.
Sebagai penutup ditegaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan fondasi yang kuat tentang pentingnya kesabaran dalam proses belajar. Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir menjadi pelajaran bahwa kesabaran, keikhlasan, dan ketundukan pada proses merupakan kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu.
Keberhasilan seseorang dalam memperoleh ilmu bukan semata-mata karena kecerdasan intelektual, tetapi juga karena akhlak yang baik, kesabaran dalam belajar, serta kerendahan hati dalam menerima bimbingan guru. Dengan sikap tersebut, ilmu yang dipelajari akan menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Artikel diatas dikutip dari materi yang dibawakan dalam Kajian Itikaf setelah shalat subuh, di Masjid Azura Kemang Bogor, kamis (12/3/2206).
Rep. Anwar Aras







