Gen Z Jawa Barat Lagi DiSorot

JABAR WAHDAHEDU.COM –  Di tengah derasnya arus video pendek, algoritma tanpa henti, dan banjir informasi media sosial, satu pertanyaan mulai mengemuka di ruang-ruang akademik tentang bagaimana sebenarnya kebiasaan digital Generasi Z membentuk masa depan bangsa?

Keresahan itu menjadi benang merah dalam Seminar Nasional Nyemah Atikan Penyiaran bertajuk “Gen Z Media Habits: A Pancagatra Perspective” yang digelar Universitas Pasundan bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat di Aula Mandalasaba Ir. H. Djuanda, Kampus II Unpas Tamansari, Rabu (13/5/2026).
Ratusan mahasiswa tampak memenuhi ruangan sejak pagi. Layar presentasi menyala bergantian.

Diskusi tidak hanya membahas media sosial sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang pertarungan opini, identitas, bahkan ideologi.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, PPM, dan Dana Usaha Unpas, M. Budiana, menilai media sosial kini memiliki pengaruh besar terhadap demokrasi dan cara masyarakat memahami isu sosial.

“Tanpa media sosial, banyak orang mungkin tidak mengetahui berbagai persoalan sosial maupun hukum. Karena itu, masyarakat harus semakin bijak menyikapi fenomena digital,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, mengatakan Gen Z merupakan generasi digital native yang tumbuh bersama internet, tetapi belum sepenuhnya terlindungi regulasi media digital yang kuat.

Menurut Almadina, media berbasis internet kini membentuk pola pikir, perilaku, hingga cara generasi muda melihat dunia.

Di sisi lain, hoaks, polarisasi opini, dan infiltrasi nilai asing juga semakin sulit dibendung.
“Media digital memiliki dua wajah sekaligus, peluang kreatif dan ancaman sosial,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Sekretaris Diskominfo Jawa Barat, Bayu Rakhmana. Bayu menilai algoritma platform digital membuat masyarakat hidup dalam arus informasi tanpa batas yang perlahan dapat mengikis identitas kebangsaan jika tidak disaring dengan baik.

Di tengah perubahan cepat itu, seminar ini menghadirkan perspektif pancagatra yang menghubungkan media digital dengan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan keamanan.

Persoalan media sosial hari ini ternyata bukan sekadar soal tren konten viral atau durasi layar ponsel. Ada pertarungan nilai yang diam-diam ikut membentuk cara berpikir generasi muda Indonesia.

Sumber : Klik Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *