Wahdah Islamiyah Serukan Pembelaan Masjidil Aqsa, Kiblat Pertama Umat Islam Ditutup Israel

Bagi Wahdah Islamiyah, pembelaan terhadap Masjidil Aqsa bukan sekadar isu politik, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan umat Islam

MAKASSAR  WAHDAHEDUMAGZ.COM Penutupan akses menuju Masjidil Aqsa oleh penjajah Zionis Israel di penghujung Ramadan 1447 H kembali mengguncang nurani umat Islam dunia. Masjid yang berada di Kota Al-Quds tersebut bukan sekadar situs bersejarah, tetapi merupakan kiblat pertama umat Islam dan salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam.

Merespons kondisi ini, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap resmi pada Sabtu (14/3/2026) sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral dalam membela kehormatan Masjidil Aqsa serta mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Sejak meletusnya peristiwa Tufanul Aqsa pada Oktober 2023, hingga kini Palestina masih berada dalam tekanan penjajahan Zionis Israel. Kebijakan penutupan Masjidil Aqsa pada bulan suci Ramadan dinilai sebagai tindakan yang semakin menambah daftar panjang pelanggaran kemanusiaan dan penodaan terhadap simbol suci umat Islam.

Dalam pernyataannya, Wahdah Islamiyah menegaskan bahwa Masjidil Aqsa memiliki kedudukan istimewa dalam akidah umat Islam. Selain sebagai kiblat pertama, masjid tersebut juga merupakan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, bersama Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Penutupan akses menuju Masjidil Aqsa bagi kaum muslimin yang dilakukan oleh penjajah Zionis Israel, terlebih pada bulan Ramadan 1447 H, merupakan bentuk kezaliman yang semakin menambah daftar kejahatan kemanusiaan entitas penjajah tersebut,” demikian kutipan dalam pernyataan resmi Wahdah Islamiyah.

Wahdah Islamiyah memandang bahwa tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran terhadap kebebasan beribadah, tetapi juga merupakan pelecehan terhadap kesucian salah satu simbol utama umat Islam, terutama di tengah tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.

Seruan Persatuan Umat

Dalam pernyataan sikapnya, Wahdah Islamiyah juga menyerukan kepada seluruh kaum muslimin agar menjadikan pembelaan terhadap Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai isu utama umat.

Organisasi ini mengingatkan bahwa persoalan Palestina merupakan “Bausholatu Qadhaya al-Muslimin”—kompas utama yang menunjukkan arah perjuangan umat Islam di berbagai belahan dunia.

Karena itu, umat Islam didorong untuk menyatukan seluruh potensi keumatan, baik melalui dukungan kemanusiaan, advokasi moral, maupun doa, guna menghentikan agresi penjajah terhadap Gaza, Masjidil Aqsa, dan seluruh wilayah Palestina.

Pada saat yang sama, Wahdah Islamiyah juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan internal yang dapat melemahkan kekuatan umat.

Seruan tersebut sejalan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46).

Menguatkan Doa dan Dukungan untuk Palestina

Di akhir pernyataannya, Wahdah Islamiyah mengajak kaum muslimin untuk meningkatkan ibadah, doa, dan kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Umat Islam juga diseru untuk terus membaca Qunut Nazilah dalam doa-doa mereka, sebagai bentuk solidaritas spiritual hingga kezaliman terhadap rakyat Palestina benar-benar dihentikan.

Bagi Wahdah Islamiyah, pembelaan terhadap Masjidil Aqsa bukan sekadar isu politik, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan umat Islam terhadap kiblat pertama mereka.

 

Sumber : wahdah.or.od

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *