BANTEN WAHDAHEDUMAGZ.COM — Di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak dan remaja, Kemendikdasmen mengajak keluarga di Indonesia untuk menyediakan waktu khusus setiap hari bersama anak.
Melalui kegiatan “Safari Penguatan Karakter: #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga”, pemerintah mendorong orang tua dan sekolah memperkuat kolaborasi dalam membangun karakter anak.
Program ini mengajak keluarga mengisi waktu berkualitas dengan aktivitas sederhana seperti bercerita, berdialog, membaca, dan bermain bersama anak. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus mempererat hubungan emosional dalam keluarga.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, , menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.

“Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujar Mendikdasmen saat kegiatan berlangsung di , Selasa (10/3).
Ia menjelaskan bahwa tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, makan sehat dan bergizi, serta tidur tepat waktu. Kebiasaan sederhana ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan berkarakter.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengajak para orang tua menjalankan gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga, yaitu menyediakan waktu minimal satu jam setiap hari untuk berinteraksi secara langsung dengan anak tanpa gangguan gawai.
“Waktu sederhana bersama anak akan menjadi momen berharga untuk memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak,” kata Mendikdasmen di hadapan para murid dan orang tua yang mengikuti kegiatan secara serentak di tiga wilayah, yakni , , dan .
Dalam rangkaian safari tersebut, anak-anak juga mengikuti kegiatan mendongeng bersama komunitas . Aktivitas bercerita dipilih sebagai sarana membangun komunikasi hangat antara orang tua dan anak.
Menurut Mendikdasmen, mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam membangun kedekatan emosional di dalam keluarga.
“Kedekatan antara orang tua dan anak melalui kegiatan bercerita serta komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya hubungan keluarga yang harmonis,” tuturnya.

Ia berharap melalui kedekatan tersebut, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bahagia, merasa dicintai, serta memiliki ruang komunikasi yang terbuka dengan orang tua.
Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, , menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya tantangan digital yang dihadapi anak-anak.
Berdasarkan sejumlah data, tingkat ketergantungan anak terhadap perangkat digital cukup tinggi. “Sekitar 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, kemudian 7 dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, dan 9 dari 10 remaja putra kecanduan gim daring,” jelasnya.
Karena itu, Kemendikdasmen menilai peran keluarga menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan positif sekaligus membentengi anak dari dampak negatif penggunaan teknologi yang berlebihan.
Sumber : Kemendikdasmen.go.id







