Rahasia Disertasi Berkualitas Menurut Prof. Patimah: Bukan yang Hebat, tapi yang Selesai

Ia menekankan bahwa membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak terpisahkan. “Baca, baca, baca, baru bisa menulis,” tambahnya.

Oleh : Prof Dr.Siti Patimah 


Prof. Siti Patimah, S.Ag., M.Pd., memberikan pembekalan penting kepada para calon doktor Wahdah Islamiyah dalam kegiatan presentasi proposal disertasi mahasiswa semester tiga.

Dalam forum tersebut, para mahasiswa memaparkan rencana penelitian mereka mulai dari judul hingga kerangka akhir, lalu mendapat konfirmasi dan masukan langsung dari para dosen pembimbing.

Menurut Prof. Patimah, kualitas disertasi tidak semata diukur dari kemegahan judul atau tren penelitian, tetapi dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan penelitian tersebut dengan baik. “Disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai. Kalau judulnya hebat tapi tidak rampung, itu percuma,” tegasnya.

Banyak Sumber Masalah dan Keunikan untuk Diteliti

Ia menjelaskan bahwa wilayah kajian penelitian, khususnya dalam Manajemen Pendidikan Islam, sangat luas dan kaya objek. Lingkungan Wahdah Islamiyah sendiri, menurutnya, menyediakan banyak fenomena menarik untuk dikaji, mulai dari pesantren, sekolah dasar, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Penelitian tidak harus selalu berangkat dari masalah. Prof. Siti Patimah mencontohkan lembaga pendidikan yang berhasil mengembangkan program kewirausahaan secara pesat sebagai objek penelitian berbasis keunikan dan keunggulan. “Keberhasilan, model inovatif, atau praktik baik yang memberi manfaat besar bagi umat juga layak menjadi kajian ilmiah,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa topik penelitian harus tetap berada dalam koridor keilmuan sesuai program studi yang ditempuh, agar fokus dan relevan secara akademik.

Kunci Menemukan Ide Penelitian

Dalam paparannya, Prof. Siti Patimah membagikan sejumlah strategi menemukan ide penelitian. Di antaranya adalah memperbanyak membaca buku, jurnal ilmiah, dan disertasi terdahulu, baik nasional maupun internasional. Dari sana, mahasiswa dapat menemukan celah kebaruan (novelty) yang belum banyak diteliti, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.

Selain membaca, ia menganjurkan mahasiswa aktif mengikuti seminar, workshop, dan majelis ilmu, baik luring maupun daring. Diskusi dengan rekan sejawat, guru, dosen, kepala sekolah, maupun pimpinan lembaga juga menjadi sarana efektif untuk menemukan persoalan nyata yang layak diteliti.

“Kalau kita sering membaca dan berdiskusi, insya Allah ide itu tidak sulit ditemukan,” tuturnya.

Mulai Menulis, Jangan Menunggu Sempurna

Prof. Siti Patimah juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada keinginan menulis sempurna sejak awal. Menurutnya, kebiasaan menunda karena merasa tulisan belum ideal justru menjadi penghambat utama penyelesaian disertasi.

“Tulis saja dulu apa yang bisa ditulis. Jangan dibaca berulang-ulang sambil merasa tidak sempurna, nanti malah tidak keluar tulisannya. Yang penting menulis, nanti bisa diperbaiki,” pesannya.

Ia menekankan bahwa membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak terpisahkan. “Baca, baca, baca, baru bisa menulis,” tambahnya.§

Strategi Menyelesaikan Studi Doktor

Lebih lanjut, Prof. Siti Patimah menegaskan bahwa keberhasilan studi doktoral tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga strategi. Mulai dari manajemen waktu, komunikasi efektif dengan pembimbing, teknik menulis cepat, hingga kemampuan berbagi tugas dalam keluarga dan pekerjaan.

Ia berharap para mahasiswa doktoral Wahdah Islamiyah dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan kualitas disertasi yang baik, sehingga ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk pengembangan perguruan tinggi dan pendidikan Islam secara lebih luas.

“Semoga ke depan kita bisa membuka program S2 bahkan S3, sehingga dosen dan guru bisa melanjutkan studi di lembaga pendidikan sendiri,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *