Ketua YPWI Wahdah Islamiyah Resmi Buka Muskerta XX IAI STIBA Makassar

Ketua Yayasan berharap Muskerta XX menghasilkan program kerja yang terukur, realistis, dan selaras dengan tema “Sinergi untuk Amanah: Pembaruan Visi, Struktur, dan Roh Perjuangan.

MAKASSAR WAHDAHEDUMAGZ.COM — Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI), Ir. Nursalam Sirajuddin, M.Pd., secara resmi membuka Musyawarah Kerja Tahunan (Muskerta) ke-20 Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar.

Dalam sambutannya, ia tegaskan bahwa Muskerta bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum refleksi dan evaluasi strategis untuk menentukan arah kebijakan institusi ke depan.

“Musyawarah kerja ini bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi atas apa yang telah kita lakukan selama setahun terakhir,” ujarnya di hadapan pimpinan dan civitas academica.

Muskerta XX memiliki makna historis karena menjadi Muskerta pertama yang digelar dengan nama IAI STIBA Makassar, setelah sebelumnya 19 kali dilaksanakan sebagai STIBA.

Perubahan status kelembagaan ini, menurut Ketua LPYP DPP WI, menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi secara serius.

“Tantangan dunia pendidikan tinggi semakin kompleks, apalagi setelah STIBA berubah menjadi institut,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Ketua Yayasan menyampaikan lima fokus strategis yang perlu menjadi perhatian utama dalam penyusunan program kerja IAI STIBA Makassar.

Pertama, penguatan mutu berbasis realitas, bukan sekadar akreditasi. Beliau mengingatkan agar peningkatan mutu benar-benar tercermin pada kualitas lulusan dan prestasi mahasiswa.
“Lebih baik akreditasi B tapi mahasiswa kita juara dan diakui masyarakat, daripada unggul di atas kertas,” katanya.

Kedua, pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ketua Yayasan mendorong dosen untuk melanjutkan studi doktoral serta meningkatkan jabatan fungsional hingga guru besar.
“Dosen-dosen kita perlu sampai pada jabatan akademik tertinggi, yaitu guru besar,” tegasnya.

Ketiga, integrasi keilmuan dan karakter. Ia mengapresiasi program pembinaan karakter mahasiswa yang telah berjalan dan menilai hal tersebut sejalan dengan jati diri IAI STIBA sebagai lembaga kaderisasi dakwah Wahdah Islamiyah.

Keempat, digitalisasi layanan dan pembelajaran. Ketua Yayasan mendorong optimalisasi teknologi pembelajaran, termasuk penyediaan akses Wi-Fi di setiap kelas, agar IAI STIBA tidak tertinggal dalam transformasi digital.

Kelima, kemandirian ekonomi institusi. Beliau menegaskan pentingnya membangun unit usaha sebagai penopang keuangan kampus agar tidak bergantung sepenuhnya pada SPP mahasiswa, sebagaimana pelajaran berharga yang didapatkan saat pandemi COVID-19.

Selain itu, Ketua Yayasan menekankan pentingnya transparansi laporan keuangan dan kepatuhan terhadap regulasi. Ia juga mengapresiasi kiprah alumni IAI STIBA Makassar yang telah berkontribusi di berbagai daerah dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Menutup sambutannya, Ketua Yayasan berharap Muskerta XX menghasilkan program kerja yang terukur, realistis, dan selaras dengan tema “Sinergi untuk Amanah: Pembaruan Visi, Struktur, dan Roh Perjuangan.”

Dengan demikian, Musyawarah Kerja Tahunan ke-20 IAI STIBA Makassar resmi dimulai sebagai langkah strategis dalam menentukan arah kebijakan institusi menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *