Prof Siti Patimah (2) : Mengapa Supervisi Sekolah Tentukan Masa Depan Pendidikan?

Prof Patimah: Jika pengawas dan kepala sekolah mampu menjalankan supervisi secara profesional, humanis, dan inovatif, maka kualitas pembelajaran akan meningkat, produktivitas lembaga pendidikan akan terjaga.

Oleh : Prof Siti Patimah                                (Guru Besar UIN Sulthan Maulana Hasanuddin Banten dan Dosen Universitas Islam Annur  Lampung 

 

Urgensi Supervisi bagi Mutu dan Akuntabilitas Pendidikan

Salah satu penyebab utama rendahnya mutu pendidikan adalah lemahnya supervisi dan pengawasan.

Banyak kasus penyimpangan di sekolah, termasuk penyalahgunaan dana pendidikan, berakar dari rendahnya kontrol dan pembinaan. Supervisi yang kuat akan mendorong akuntabilitas, transparansi, serta profesionalisme pengelola sekolah.

Lebih jauh, supervisi bukan hanya tanggung jawab pengawas dan kepala sekolah. Masyarakat, orang tua, komite sekolah, donatur, dan para pemangku kepentingan lainnya juga merupakan bagian dari ekosistem pengawasan pendidikan.

Mereka berhak sekaligus berkewajiban memberikan masukan demi perbaikan lembaga pendidikan. Dengan demikian, supervisi menjadi bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah.

Menuju Supervisi yang Mencerahkan

Ditegaskan bahwa supervisi pendidikan harus difungsikan sebagai sarana pendampingan, pembinaan, dan pemberdayaan, bukan sekadar pengawasan administratif.

Jika pengawas dan kepala sekolah mampu menjalankan supervisi secara profesional, humanis, dan inovatif, maka kualitas pembelajaran akan meningkat, produktivitas lembaga pendidikan akan terjaga, dan kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.

Pelatihan supervisi pendidikan, menjadi sangat penting untuk membuka kembali wawasan para kepala sekolah dan pengawas agar mampu melaksanakan tugas kepemimpinannya secara utuh sebagai pemimpin, manajer, motivator, dan supervisor.

Dengan demikian, tanggung jawab pendidikan tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *