Oleh Anwar Aras
Komitmen Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta (YPWIY) dalam dunia dakwah pendidikan lahir dari kesadaran para aktivis dakwah akan pentingnya menghadirkan layanan pendidikan Islam yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelatihan adab serta nilai-nilai keislaman.
Hal ini disampaikan oleh Ustadz Ihsan Mulyono Sekretaris YPWIY, dalam wawancara dengan wahdahedumagz yang mengulas perjalanan, tantangan, dan arah lembaga pengembangan ke depan.
Berawal dari KB TK, Menara Jalan Dakwah Pendidikan
Cikal bakal dakwah pendidikan Wahdah Islamiyah di Yogyakarta dimulai dari pendirian Taman Kanak-Kanak, dengan branding awal Taman Tahfidz Anak. Lembaga ini pertama kali dirintis di wilayah Kota Yogyakarta, tepatnya daerah Petinggen, sebelum kemudian berpindah dan menetap di Kabupaten Sleman.
Pada tahun 2014, setelah memperoleh lokasi yang dinilai lebih representatif, YPWIY resmi didirikan secara hukum melalui Kemenkumham dan akta notaris.
Sejak saat itu, KB TK yang telah berjalan dinaungi secara resmi dengan nama KB dan TK Al Wahdah. Seiring berjalannya waktu dan lahirnya lulusan pertama TK, yayasan kemudian merintis Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Wahdah.
Hingga saat ini, satuan pendidikan di Sleman telah berkembang dengan jenjang KB, TK dan MI, serta tengah merintis berdirinya SMP Al Wahdah yang berlokasi di Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman.
Antusiasme Masyarakat dan Kepercayaan yang Terjaga
Menurut Ustadz Ihsan, antusiasme masyarakat terhadap layanan dakwah pendidikan Wahdah Islamiyah tergolong baik dan stabil. Hal ini tercermin dari masukan peserta didik baru (PPDB/SPMB) yang terus terjaga, baik di jenjang TK maupun MI.
Untuk MI sendiri, seluruh jenjang kelas telah memiliki rombongan belajar, bahkan pada tahun tertentu terdapat kelas dengan dua rombel. Kondisi ini dipandang sebagai indikator nyata kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
Ke depan, yayasan menargetkan penyediaan layanan pendidikan yang utuh dan berjenjang, mulai dari KB, TK, MI, SMP, hingga SMA. Tidak hanya itu, YPWIY bercita-cita perluas menjangkau dakwah pendidikan ke seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota.
Ekspansi Unit Pendidikan di DIY
Saat ini, unit pendidikan Wahdah Islamiyah telah hadir di beberapa wilayah. Di Kabupaten Sleman terdapat KB, TK, MI, dan SMP. Di Kabupaten Bantul telah berdiri TK, sementara di Kabupaten Gunungkidul terdapat TK dan SD.
Total terdapat tujuh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan YPWIY, dengan jumlah peserta didik sekitar 426 santri dan 55 SDM yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan.
Yayasan berharap, dengan dukungan internal Wahdah Islamiyah dan tingginya minat masyarakat, layanan dakwah pendidikan ini dapat terus eksis dan berkembang di tengah ketatnya persaingan lembaga pendidikan di Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar.
Keunggulan Nilai dan Layanan Pembinaan
Di tenÞgah banyaknya pesaing YPWIY menghadirkan kekhasan yang menjadi nilai, di antaranya pendidikan adab, p penerapan nilai-nilai keislaman dalam kesekharian, serta pelatihan yang intensif tidak hanya kepada peserta didik, tetapi juga kepada orang tua.
Yayasan ini berdiri sejak tahun 2014 dan telah mengalami dua kali pergantian kepemimpinan. Ketua yayasan pertama adalah Dr. Muhammad Agung Bramantya, dosen Universitas Gadjah Mada, yang menjabat selama dua periode.
Saat ini, yayasan kepemimpinan diamanahkan pada Dr. Ikhlasul Ardi Nugroho, dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di bawah kepemimpinan tersebut, yayasan berkomitmen untuk terus membuka ruang kaderisasi, baik dari internal Wahdah maupun melalui rekrutmen terbuka dari masyarakat umum.
Lahan, Legalitas, dan Kepastian Jangka Panjang
Terkait kepemilikan lahan, Ustadz Ihsan menjelaskan bahwa status unit lahan pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta beragam, mulai dari sewa, wakaf, hingga pembelian. Khusus untuk unit di Sleman, saat ini masih berdiri di atas lahan sewa dengan masa kontrak jangka panjang hingga tahun 2030-an dan 2040-an.
Meski berstatus sewa, yayasan telah menempuh langkah hukum melalui perjanjian notaris bermaterai yang memberikan kepastian hukum jangka panjang, termasuk izin pengembangan bangunan bertingkat.
Dengan perjanjian tersebut, lahan memiliki kedudukan hukum yang kuat dan dapat digunakan secara berkelanjutan hingga lintas generasi.
Pengelolaan SDM Berbasis Pembinaan dan Apresiasi
Dalam mengelola sumber daya manusia, yayasan menerapkan sistem pelatihan rutin yang dipadukan dengan penilaian berbasis kinerja, serta mekanisme reward dan punishment_.
Salah satu penghargaan tertinggi adalah program umroh bagi guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kriteria tertentu, seperti masa kerja di atas sepuluh tahun dan kinerja yang baik. Hingga saat ini, sebanyak 4 (empat) guru telah diberangkatkan umrah dari total sekitar 55 SDM.
Selain itu, yayasan juga menyediakan beasiswa pendidikan bagi guru yang dinilai berpotensi dan siap mengikuti biaya akademik. Beasiswa ini diberikan baik secara penuh maupun subsidi, dengan tujuan meningkatkan linearitas dan kualitas kompetensi pendidik. Saat ini, terdapat empat SDM yang tengah atau telah menjalani program beasiswa tersebut.
Sebagai bentuk penghargaan berkelanjutan, setiap akhir tahun yayasan juga memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan, seperti guru terdisiplin, administrasi terbaik, dan kategori lainnya. Penghargaan ini tidak hanya berupa sertifikat, tetapi juga disertai nominal insentif sebagai bentuk yang diberikan atas dedikasinya.
Harapan dan Arah Pengembangan
Sebagai pesan akhir Ustadz Ihsan menyampaikan harapan agar lembaga pengembangan pendidikan di tingkat pusat memberikan perhatian yang lebih besar kepada Yogyakarta.
Menurutnya, keberadaan dakwah pendidikan di Yogyakarta sebagai barometer pendidikan di Pulau Jawa akan berdampak besar terhadap percepatan pengembangan pendidikan Wahdah Islamiyah di daerah lain.
Tantangan terbesar ke depan adalah penyediaan lahan pendidikan yang semakin mahal. Oleh karena itu, dukungan strategi dan kolaboratif sangat diperlukan agar dakwah pendidikan Wahdah Islamiyah Yogyakarta dapat terus tumbuh, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
( Artikel perjalanan Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah hasil kunjungan wahdahedumagz di kota pelajar awal 2026, berbincang bersama ustad Ihsan Mulyono sekretaris YPWIY yang alumni STIBA Makassar)







