SEMARANG WAHDAHEDUMAGZ.COM — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjalin kerja sama dengan Lembaga Pembinaan Yayasan Pendidikan (LPYP) Wahdah Islamiyah melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Penandatanganan MoU berlangsung di Gedung FAI Unissula Lantai 2, Rabu (31/12/2025).
Kerja sama ini dalam program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang S1 dan S2, serta penguatan jalur akademik menuju S3. Kerjasama ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi para dai, daiyah, serta guru formal dan nonformal yang telah lama mengabdikan diri di bidang dakwah dan pendidikan, namun terkendala waktu dan jarak serta jalur akademik formal.
Dekan FAI Unissula, Assoc. Prof. Dr. Agus Irfan, M.PI. mengatakan program RPL merupakan bentuk keberpihakan perguruan tinggi terhadap para pendidik dan pegiat dakwah yang memiliki pengalaman panjang di lapangan, tetapi belum seluruhnya diakui secara akademik.
“Melalui RPL, pengalaman mengajar, berdakwah, dan mengelola pendidikan dapat direkognisi sebagai bagian dari capaian pembelajaran. Ini membuka peluang percepatan studi tanpa mengurangi standar mutu akademik,” kata Dr. Agus.
Ia menjelaskan, FAI Unissula saat ini mengelola sejumlah program studi strategis, antara lain PAI jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor, serta Hukum Keluarga Islam (HKI) jenjang S1 dan pengajuan S2. Seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan sumber daya manusia umat yang berilmu dan berintegritas.
Dalam skema RPL, masa studi dapat ditempuh lebih singkat. Untuk jenjang S1, mahasiswa dapat menyelesaikan studi maksimal empat semester, sedangkan jenjang S2 dapat ditempuh dalam waktu satu tahun.
“Kami mempermudah akses, tetapi tidak menurunkan kualitas. Pendampingan justru kami perkuat, mulai dari metodologi pendidikan, komunikasi efektif, hingga penguatan riset dan penulisan karya ilmiah,” ujarnya.
Dr. Agus juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Unissula telah memfasilitasi lebih dari 1.000, bahkan mendekati 2.000 guru dan pendidik melalui jalur RPL, baik di jenjang S1 maupun S2. Adapun untuk jenjang S3, saat ini masih menggunakan jalur reguler.
“Harapan kami, lahir ulama yang cendekia dan cendekia yang ulama ilmu dan amal berjalan seiring dalam pengabdian kepada umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPYP Wahdah Islamiyah, Ir.Nursalam Siradjuddin,M.Pd mewakili Wahdah Islamiyah dalam penandatangan MoU tersebut. Ia menilai program RPL menjadi solusi strategis bagi para guru dan dai yang selama ini menghadapi keterbatasan waktu maupun jarak untuk menempuh pendidikan formal.
“Efisiensi waktu yang ditawarkan sangat signifikan. S1 yang biasanya ditempuh empat tahun bisa diselesaikan maksimal dua tahun, sementara S2 cukup satu tahun. Ini peluang besar untuk peningkatan kompetensi guru dan dai,” ujar Nursalam.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemudahan tersebut harus diiringi dengan kesungguhan dan kesiapan peserta, terutama dalam penyusunan portofolio RPL yang mencakup pengalaman kerja, surat penugasan, riwayat pendidikan, nilai akademik, serta sertifikat pendukung pelatihan dan kompetensi.
“Ini adalah bentuk kepercayaan. Maka yang paling penting adalah meluruskan niat belajar untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Diakhir penandatangan MoU ini kedua pihak saling memberikan cendramata berupa plakat. Kerja sama Unissula dan Wahdah Islamiyah ini dirancang jangka waktu lima tahun ke depan dan diharapkan menjadi model penguatan sumber daya manusia dakwah berbasis akademik yang berkelanjutan.
Dokumentasi Penandatangan MoU antara LPYP DPP Wahdah Islamiyah dan Unissula Semarang, Rabu (31/12/2025)

















