Oleh : Ustadz Ahmad Al Islamy
Anak-anakku para penjaga Kalamullah yang kami cintai karena Allah ﷻ,
Libur bukanlah perpisahan dengan Al-Qur’an. Ia hanyalah perubahan suasana dalam kebersamaan dengannya. Al-Qur’an tidak hanya dibaca di pesantren, tetapi dijaga oleh hati—di rumah, di perjalanan, dan di setiap waktu yang Allah titipkan.
Di masa libur, jangan biarkan hafalan menjadi tamu yang jarang disapa. Jadikan muroja’ah sebagai sahabat setia, meski hanya beberapa ayat setiap hari. Bacalah Al-Qur’an bukan sekadar menjaga hafalan, tetapi menjaga kedekatan dengan Allah ﷻ.
Tunjukkanlah akhlak Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat: tutur kata yang santun, sikap yang lembut, serta keteladanan dalam ibadah. Santri Al-Qur’an dikenal bukan hanya dari lisannya, tetapi dari perilakunya.
Kami titipkan amanah: pulanglah sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, menjaga shalat, dzikir pagi dan petang, serta menjaga nama baik keluarga dan pesantren.
Kembalilah ke pesantren tepat waktu dengan semangat baru, rindu kepada ilmu dan bimbingan para ustadz dan ustadzah.
Semoga Allah menjaga hafalan kalian, menguatkan keistiqamahan, dan mengembalikan kalian dalam keadaan iman yang lebih kokoh.







