LPYP Wahdah Islamiyah Dorong Standardisasi Penilaian Melalui TKA

TKA bukan sekadar ujian, tapi sarana pembelajaran. Anak-anak akan mendapatkan pengalaman berharga menjawab soal-soal yang sejenis dengan tes masuk perguruan tingg

Pewarta : Anwar Aras

 

MAKASSAR WAHDAH EDUMAGZ.COM – Lembaga Pengembangan Yayasan Pendidikan (LPYP) DPP Wahdah Islamiyah menekankan pentingnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa tingkat SMA.

Ustadz Nursalam Siradjuddin selaku Ketua LPYP menjelaskan, pelaksanaan TKA menjadi langkah strategi untuk memastikan penilaian akademik peserta didik di lembaga-lembaga pendidikan Islam berada pada standar nasional yang terukur.

Menurut Ustadz Nursalam, pelaksanaan TKA ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperoleh laporan pencapaian akademik yang terstandar secara individu.

Selama ini, masih terjadi kesenjangan antara nilai yang tertera pada rapor dengan hasil penilaian objektif dari pihak pemerintah. “Kadang-kadang nilai rapor terlihat tinggi, namun ketika diukur dengan indikator nasional, hasilnya jauh berbeda. Di situlah pentingnya TKA, agar ada ukuran tujuan bagi kemampuan anak-anak kita,” ungkapnya.

Ada empat tujuan utama pelaksanaan TKA. Pertama, memperoleh informasi kemampuan akademik murid secara terstandar yang dapat menjadi dasar seleksi masuk perguruan tinggi.

Kedua, menjamin penyediaan akses bagi murid dari pendidikan nonformal dan informal dalam memperoleh penyetaraan hasil belajar. “Selama ini, siswa dari jalur nonformal cukup sulit mendapatkan pengakuan hasil belajar mereka. Dengan TKA, akses itu menjadi lebih terbuka,” jelasnya.

Ketiga, TKA diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengembangkan sistem penilaian yang berkualitas. Melalui pelatihan dan pelibatan guru dalam penyusunan soal, para pendidik diajak berpikir kritis agar tidak sekadar menyajikan pertanyaan pilihan ganda yang mudah, melainkan mendorong siswa berpikir analitis.

Keempat, memberikan tujuan informasi kepada murid tentang kekuatan dan kelemahan mereka dalam bidang akademik. Meski mencakup literasi dan numerasi serta beberapa mata pelajaran pilihan, TKA sudah dapat memberikan gambaran awal tentang potensi dan tantangan siswa baru.

Terkait pelaksanaannya, Ustadz Nursalam menjelaskan bahwa waktu ujian bervariasi di setiap sekolah, antara tanggal 3 hingga 7 November 2025, sesuai ketentuan Kementerian.

Ia pun mengimbau seluruh sekolah di bawah naungan Wahdah Islamiyah agar mendorong siswa mengikuti ujian ini dengan penuh kesungguhan. “TKA bukan sekedar ujian, tapi sarana pembelajaran. Anak-anak akan mendapatkan pengalaman berharga menjawab soal-soal yang sejenis dengan tes masuk perguruan tinggi,” tuturnya.

Di akhir penjelasan, Ustad Nursalam menekankan agar tidak ada siswa yang menghindari ujian tersebut. “Kalau ada yang tidak ikut, kami minta orang tua membuat surat pernyataan agar tidak muncul keluhan di kemudian hari. Tes ini untuk kebaikan dan masa depan akademik anak-anak kita,” kata Ketua YPWI pusat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *