Oleh : Nursalam Siradjuddin (Pimpinan Umum Wahdahedumagz)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang menggulirkan siang dan malam sebagai tanda bagi hamba-hamba-Nya yang mau berpikir. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada teladan terbaik kita, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
terlibat para peminjam ilmu, ikhwah dan akhwat fillah yang dicintai karena Allah,
Tanpa terasa, waktu terus melaju. Detik demi detik membawa kita ke ujung tahun 2025 dan mengantarkan langkah menuju 2026. Bagi seorang mukmin, pergantian tahun bukan sekadar mengubah angka di kalender, apalagi alasan untuk larut dalam euforia yang hampa. Ia adalah alarm keimanan —pengingat bahwa usia terus berkurang dan perjalanan menuju akhirat kian mendekat.
Melalui pesan singkat ini, mari kita berhenti sejenak dan merenung.
Muhasabah: Sudah Sejauh Mana Bekal Kita?
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berpesan,
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”
Coba kita bertanya jujur pada diri sendiri: bagaimana kualitas shalat kita sepanjang tahun lalu? Seberapa dekat hubungan kita dengan Al-Qur’an? Dan sejauh mana peran kita dalam dakwah dan pelayanan umat? Pergantian tahun seharusnya tidak berlalu begitu saja tanpa ada evaluasi dan niat untuk memperbaiki diri.
Waktu Adalah Modal, Bukan Sekadar Rutinitas
Islam memandang waktu sebagai aset yang sangat berharga. Bahkan Allah bersumpah padanya dalam Surat Al-‘Asr, menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Maka jadikan tahun 2026 sebagai momentum untuk lebih disiplin dalam menuntut ilmu, lebih serius dalam halaqah, dan lebih konsisten dalam amal. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa makna.
Tetap Kokoh Menjaga Jati Diri
Sebagai murid Wahdah Islamiyah yang dibina di atas nilai-nilai Sunnah, kita diajarkan untuk memiliki prinsip. Tidak larut dalam budaya tasyabbuh, apalagi perayaan tradisi yang jauh dari tuntunan syariat dan sering diiringi kemaksiatan serta hal sia-sia (laghwu).
Alih-alih meramaikan malam pergantian tahun dengan hal yang tak bernilai, menjadikannya sebagai malam yang tenang. Istirahatlah lebih awal, bangun di sudut malam, dan perbanyak munajat kepada Allah. Bukankah itu jauh lebih menenangkan?
Memperbarui Niat, Menguatkan Tekad
Mari kita sambut tahun 2026 dengan niat yang lebih lurus dan tekad yang lebih kuat. Perkuat ukhuwah di antara sesama pejuang dakwah, tingkatkan bakti kepada orang tua, dan jadilah teladan yang baik di tengah masyarakat.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya.”
(HR. Tirmidzi)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing setiap langkah kita, memberkahi waktu-waktu kita, dan mengumpulkan kita kelak di surga-Nya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh







